Sektor perikanan berkontribusi pada ketahanan pangan dan gizi melalui penyediaan ikan sebagai sumber protein dan mikronutrien esensial, serta peningkatan perekonomian keluarga nelayan yang memperkuat akses pangan bergizi. Meskipun sektor perikanan Indonesia berperan signifikan dalam ekonomi dan ketahanan pangan, tingkat kekurangan gizi kronis (stunting) pada anak-anak Indonesia masih tinggi. Policy brief ini membahas pentingnya pendekatan sistem pangan perikanan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi di Indonesia. Kurangnya perhatian pada aspek hilir, serta optimalisasi peran ikan sebagai sumber pangan hewani untuk untuk pemenuhan gizi masyarakat menjadi fokus utama dalam policy brief ini.
Pesisir bukan sekadar tempat tinggal. Ia tatanan hidup. Kenali karakter, tipologi, dan kerentanan masyarakat pesisir dan pulau kecil, termasuk perempuan, lewat studi kasus pesisir utara Jawa. Modul program FOCUS. Pahami manusia di balik pesisir: cara hidupnya, tantangannya, dan cara menguatkannya. Mengapa modul ini penting Masyarakat pesisir bukan sekadar orang yang tinggal di pinggir pantai. Mereka adalah tatanan budaya yang terbentuk lama, dengan cara beradaptasi yang khas terhadap laut, ketidakpastian, dan ruang yang terbatas. Pengelolaan pesisir terpadu hanya bisa berhasil bila sistem sosial ini dipahami. Lewat studi kasus pesisir utara Jawa, modul ini mengajak Anda melihat keberagaman masyarakat pesisir, dampak perubahan iklim seperti rob dan abrasi, serta kerentanan perempuan pesisir. Di modul ini, Anda akan: • Memahami hubungan antara sistem sosial dan lingkungan pesisir • Mengenali karakter dan tipe masyarakat pesisir dan pulau kecil • Mengidentifikasi isu-isu penting yang mereka hadapi • Berdiskusi menemukan solusi untuk memperkuat masyarakat pesisir Pesisir yang lestari dimulai dari masyarakat yang kuat.
Rencana Pengelolaan Pesisir Terpadu Kabupaten Jepara: Peta Jalan Menuju Jepara MULUS Kerusakan ekosistem pesisir dan laut, timbunan sampah, permukiman kumuh di sekitar pelabuhan, hingga kemiskinan dan rendahnya pengembangan hasil laut — begitulah tantangan yang dipetakan dari kondisi pesisir Jepara saat ini. Rencana Pengelolaan Pesisir Terpadu ((Integrated Coastal Management/ICM) Kabupaten Jepara hadir sebagai kerangka kerja strategis yang menyatukan berbagai program lintas OPD, selaras dengan visi "Jepara yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius". Disusun berdasarkan temuan SoC Jepara serta analisis isu strategis sosial-ekonomi, ekologi, dan infrastruktur, dokumen ini menterjemahkan data menjadi rencana aksi konkret — dari rehabilitasi mangrove dan terumbu karang, penataan permukiman, hingga penguatan ekonomi biru melalui pengembangan usaha bagi nelayan dan pembudidaya. Bagaimana Jepara merespons berbagai tantangan pesisirnya? Simak strategi dan rencana aksi pengelolaan pesisir melalui ICM Plan Kabupaten Jepara. Sumber & kredit: Pemerintah Kabupaten Jepara/BAPPEDA Kabupaten Jepara bersama Konsorsium FOCUS serta seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam penyusunan dokumen. #ICMPlanJepara #PesisirJepara #PengelolaanPesisirTerpadu #BAPPEDAJepara #FOCUS
Abrasi yang terus menggerus garis pantai mengancam tempat tinggal, mata pencaharian, dan masa depan masyarakat pesisir. Karena itu, rehabilitasi ekosistem dilakukan bukan hanya sekadar kegiatan menanam pohon, melainkan upaya memulihkan fungsi alam untuk melindungi pesisir sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Melalui Program (Fisherfolk Empowerment for Climate Resilience and Sustainability) FOCUS , rencana rehabilitasi ini dikembangkan untuk sembilan desa dan kelurahan di pesisir utara Jawa Tengah. Berlandaskan kajian ilmiah, kondisi lokal, dan partisipasi masyarakat, program ini merancang pemulihan ekosistem yang terintegrasi dengan pengurangan risiko bencana, penguatan tata kelola, serta pengembangan penghidupan yang lebih berkelanjutan. Tujuannya tidak hanya mengembalikan ekosistem yang terdegradasi, tetapi juga memastikan masyarakat pesisir memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Akses dokumen ini untuk memahami bagaimana masyarakat pesisir bersama para mitra merancang masa depan yang lebih tangguh di tengah ancaman abrasi dan perubahan iklim.
Tahukah Anda bahwa satu hektar ekosistem mangrove dapat memberikan nilai ekonomi hasil perikanan hingga Rp47 juta per tahun? Dokumen ini menyajikan analisis mendalam mengenai potensi jasa ekosistem mangrove yang mencakup aspek penyediaan, pengaturan, budaya, hingga pendukung kehidupan masyarakat pesisir. Dapatkan data konkret mengenai proyeksi pendapatan masyarakat dari sektor hasil hutan non-kayu, ekowisata, hingga potensi karbon biru (blue carbon). Dokumen ini menjadi referensi wajib untuk memahami bagaimana konservasi alam dapat berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.
Laporan ini merupakan bagian dari rangkaian Profil Desa 2024 yang mendokumentasikan realitas kehidupan masyarakat desa pesisir Tanjung Mas di tengah perubahan lingkungan yang ekstrem. Melalui data demografi, pemetaan partisipatif, dan analisis sosial ekonomi, laporan ini mengungkap bagaimana masyarakat beradaptasi yang telah mengubah lanskap desa mereka. Di balik tantangan fisik yang ada, tersimpan potret kekuatan komunitas, kearifan lokal, dan transformasi mata pencaharian demi menjaga keberlangsungan hidup di wilayah pesisir.
Laporan yang membahas tantangan lingkungan, gizi, dan ekonomi yang saling terkait yang dihadapi oleh komunitas nelayan pesisir di Jawa Tengah, Indonesia. Laporan ini juga merinci bagaimana degradasi pesisir, polusi, dan ancaman iklim memperburuk kerawanan pangan, yang mengakibatkan stunting dan masalah kesehatan lainnya. Pelajari tentang intervensi rantai nilai yang diidentifikasi oleh program FOCUS untuk meningkatkan ketersediaan, akses, dan konsumsi makanan yang aman dan bergizi.
Status terkini tentang pesisir Kabupaten Kendal – paparan klimatologi, profil kabupaten, pengelolaan pesisir, gender, ketahanan iklim, dan pembangunan berkelanjutan. Laporan ini menyoroti tantangan dan peluang yang ada untuk mendukung pengelolaan pesisir terintegrasi serta sistem pangan berketahanan iklim berbasis masyarakat dan inisiatif terkini.
Program Pemberdayaan Nelayan untuk Ketahanan Iklim dan Keberlanjutan – singkatnya FOCUS - adalah bentuk kerjasama selama empat (4) tahun pengelolaan pesisir terpadu untuk sistem pangan berkelanjutan bagi masyarakat nelayan termasuk perempuan di Jawa Tengah antara Norwegian Agency for Development Cooperation (NORAD) dan konsorsium LSM beranggotakan Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial (berafiliasi dengan Hivos), WALHI, KIARA dan PKSPL IPB.
Pengelolaan pesisir terpadu untuk sistem pangan berkelanjutan dapat membantu nelayan Indonesia mencapai tujuan keamanan pangan, perubahan iklim …
Wadah koordinasi dan kolaborasi multi-pihak untuk mewujudkan pengelolaan pesisir terpadu (Integrated Coastal Management) yang adaptif, berkeadilan, dan berkelanjutan melalui kebijakan yang inklusif, transparan, dan responsif terhadap perubahan iklim.
Praktik pengelolaan perikanan dan pesisir berkelanjutan termasuk pelestarian dan rehabilitasi ekosistem pesisir serta monitoring oleh pemangku kepentingan lokal untuk memitigasi risiko bencana dan dampak perubahan iklim.
Pengorganisasian, peningkatan keterampilan, pengembangan produk perikanan, pendampingan manajemen dan kewirausahaan serta akses pembiayaan yang memampukan komunitas pesisir terutama perempuan dan orang muda untuk menciptakan usaha yang tangguh
Peningkatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat sebagai agen perubahan dalam pengelolaan pesisir yang berkelanjutan serta upaya penanggulangan risiko bencana dan perubahan iklim.
Cerita Terbaru Untukmu
Selalu terhubung dengan perkembangan terbaru dan info menarik dari sepanjang garis pantai Jawa Tengah. Kami rangkumkan informasi pilihan khusus untuk Anda.