Masyarakat pesisir demo KKP soal pasir laut Menteri Wahyu Trenggono tegaskan keuntungan untuk negara
Posted Mar 09, 2026 Updated at Mar 09, 2026 By admin Views 9
Tag
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono berserta jajaran melakukan serangkaian kunjungan kerja di Kota Batam.
11 Oktober 2024 | 16.15 WIB
TEMPO.CO, Batam - Masyarakat pesisir Indonesia berunjuk rasa di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, pada Kamis, 10 Oktober 2024. Sementara Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono beserta jajaran melakukan serangkaian kunjungan kerja di Kota Batam.
Wahyu Trenggono menghadiri beberapa kegiatan, mulai dari peresmian modeling budidaya lobster, pengungkapan kasus penyelundupan benih lobster dan pengungkapan penangkapan kapal asing tambang pasir laut di perairan Batam.
Saat acara peresmian modeling budidaya lobster di Kantor Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) KKP di Batam, Kamis, 10 Oktober 2024, Wahyu Trenggono menegaskan kembali pemanfaatan sedimentasi laut diambil karena punya manfaat besar untuk kepentingan pemasukan negara.
"Justru (sedimentasi laut) diambil karena punya manfaat besar untuk kepentingan pemasukan negara," katanya. "Kalau (sedimentasi pasir laut) tak diambil jadi pulau-pulau baru. Kalau jadi pulau-pulau baru masyarakat tidak bisa melaut dan akhirnya masyarakat tidak bisa budidaya."

Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono saat kunjungan kerja di Batam, Kamis, 10 Oktober 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Sementara soal dampak, Wahyu Trenggono menegaskan, dampak sementara tidak menjadi masalah. "Kalau dampaknya sementara tidak apa-apa," katanya.
Ditemui terpisah dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri KKP di Batam, Juru Bicara KKP Wahyu Muryadi menanggapi adanya aksi masyarakat pesisir menolak PP Nomor 26 Tahun 2023 soal pemanfaatan sedimentasi laut.
"Oh ya, ya mungkin mereka wajar (masyarakat pesisir) khawatir, yakinilah apa yang kami lakukan jauh dari apa yang mereka khawatirkan," kata Wahyu.
Wahyu juga merespons terkait ketakutan nelayan dan masyarakat pesisir terkait aktivitas sedimentasi laut ini akan merusak ekologi sekitar. "Kalau merusak ekologi dan merugikan nelayan, jelas di Permen itu kalau merusak kita hentikan," katanya.
Wahyu menyebutkan kritikan masyarakat pesisir itu hal wajar. "Anak bangsa berhak kritik. Kami akan lakukan yang terbaik," katanya.
Downloads
| File Name | Size | Downloads | Actions |
|---|---|---|---|
| 0 | 0 | Download |
Artikel Terkait
Komentar